Category Archives: Film korea

Dinilai Dukung Feminisme, Film Terbaru Gong Yoo Dikecam

Dinilai Dukung Feminisme, Film Terbaru Gong Yoo Dikecam. Film terbaru yang dibintangi Gong Yoo, Kim Ji-young, Born 1982, memicu perdebatan jelang dirilis di Nonton Layarkaca21 Online pada Oktober ini. Film tersebut diadaptasi dari novel karya Cho Nam-ju yang dirilis pada 14 Oktober 2016 dengan judul yang sama. Kim Ji-young, Born 1982 dinilai memicu perdebatan tentang feminisme. Melansir Yonhap, beberapa pihak berencana memboikot penayangan film tersebut karena dianggap menjadi simbol perjuangan perempuan di tengah patriarki Korea Selatan. Film yang dibintangi Jung Yoo-mi ini menceritakan kehidupan Ji-young, seorang perempuan yang setelah hamil dipaksa untuk keluar dari pekerjaan dan harus menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya.

Banyak hal membuat Ji-young perlahan kehilangan jati diri lantaran ‘terperangkap’ dalam rutinitas sehari-hari. Lambat laun, Ji-young mulai jadi ‘gila’.

Kim dan Ji-young merupakan marga serta nama yang sangat umum di Korea Selatan. Namun, kisah Kim Ji-young dalam film ini dipengaruhi seksisme yang terjadi secara halus dan langsung.

Karakter Kim Ji-young dibuat oleh Cho Nam-ju, seorang penulis sekaligus ibu berusia 30 tahunan yang mengeksplorasi kehidupan perempuan sebayanya di negara berkembang Asia yang konservatif secara sosial.

Buku Kim Ji-young, Born 1982 menjadi sebuah fenomena di Korea Selatan setelah laris lebih dari 1 juta kopi dalam satu tahun dan direkomendasikan sejumlah idol seperti Irene Red Velvet, Choi Soo-young Girls’ Generation, RM BTS, serta Yoo Jae-suk.

Buku tersebut juga menarik perhatian politikus seperti Roe Hoe-chan yang mencuitkan dirinya memberikan buku tersebut kepada Presiden Moon Jae-in.

Meski mendapat dukungan, Kim Ji-young, Born 1982 juga memicu kontroversi terutama sentimen anti-feminis. Beberapa pembaca laki-laki menilai buku tersebut menggeneralisasikan laki-laki sebagai penindas. Padahal laki-laki, kata mereka, juga korban dari ketidaksetaraan gender seperti wajib militer yang hanya diharuskan bagi kaum adam.
Hal tersebut berujung pada ‘serangan’ kepada artis-artis yang mendukung buku tersebut melalui komen-komen jahat di akun media sosial.

Jung Yu-mi sendiri juga mendapat serangan ketika diumumkan akan menjadi pemeran utama dalam film tersebut. Penggemar berbalas-balasan komen dengan pihak yang menyerang Jung Yu-mi.

Pada April 2019, Korean Women’s Development Institute merilis hasil survei bahwa laki-laki di usia 20-30an lebih menunjukkan perilaku anti-feminis daripada pria usia 30 sampai 40-an tahun.

Hal itu terlihat dari sekitar 65,8 persen laki-laki berusia 20-an menilai feminisme sebagai bentuk kebencian terhadap pria. Tak hanya itu, sekitar 56,5 persen memilih untuk memutuskan kekasihnya apabila mengaku sebagai seorang feminis.